Audiotorial “Masyarakat dan Jalan Berlubang”

Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Jember mengingatkan warga masyarakat agar tidak menutup jalan berlubang dengan semen. Alasannya, karena menutup jalan berlubang dengan semen lebih membahayakan pengguna jalan. Meski demikian Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan, pak Rasyid Zakaria mengapresiasi niat baik sekelompok masyarakat dalam kegiata grebek sedekah untuk memperpaiki jalan berlubang. Untuk selanjutnya, masyarakat diminta berkoordinasi dengan Dinas PU Binar Marga karena dinas ini punya Unit Reaksi Cepat.

Pak Kepala Dinas pasti benar, karena memang ahlinya. Semen memang bukan untuk menutup jalan berlubang. Kalau memaksa menurut pak Rasyid justru membahayakan pengguna jalan. Tetapi masyarakat tentu juga paling tau sudah berapa lama jalan itu berlubang dan berapa korban yang berjatuhan. Lalu berapa pula kerugian yang ditimbulkannnya. Kalau masih beruntung, korban yang jatuh mungkin hanya luka lecet, dan kendaraan yang dikendarainya rusak ringan. Tetapi bukan tidak mungkin kalau terlalu lama dibiarkan, kerusakan jalan itu makin parah dan akibat yang ditumbulkannya juga makin fatal. Karena itu, warga barangkali kehilangan kesabaran, lantas mencoba berinisiatif membuat kegiatan grebek sedekah agar korban yang berjatuhan tidak semakin banyak.

Begitulah, sekarang masyarakat jadi paham. Pertama, paham bahwa menutup jalan berlubang dengan semen membahayakan pengguna jalan. Kedua, masyarakat jadi paham bahwa di PU Bina Marga ada unit reaksi cepat bagi keperluan perbaikan jalan. Yang masyarakat kurang paham dan perlu dipahamkan barangkali adalah Jalan berlubang sudah berbulan bulan dan warga masih diminta bersabar menunggu 2-3 bulan ke depan. Padahal Dinas PU Bina Marga punya unit reaksi cepat. (Aga)

 

 

 

Comments are closed.