DPC PKB Rilis 14 Catatan Kritis Sebagai Refleksi dan Evaluasi Setahun Kepemimpinan Bupati

Miftahul Ulum

Jember Hari Ini – DPC PKB Jember menilai komunikasi Bupati Jember Faida sangat buruk dan hanya untuk membangun popularitas, sehingga memicu terjadinya kegaduhan politik. DPC PKB Jember merilis 14 catatan kritis sebagai refleksi dan evaluasi setahun kepemimpinan Bupati Faida dan Wakil Bupati Abdul Muqit Arief.

Catatan kritis ini diantaranya, keterlambatan pembahasan RPJMD 2016-2021, keterlambatan APBD 2017, copy paste Naskah Akademik Perda Organisasi Perangkat Daerah, pelantikan pejabat mendahului Perda, tidak terealisasinya insentif guru ngaji dan bantuan pondok pesantren, serta ketidakjelasan program pendidikan gratis. Beberapa catatan kritis lainnya adalah tidak jelasnya komitmen bupati menolak tambang emas dan pasir besi, rendahnya serapan APBD 2016, pemberhentian Sekretaris DPRD, pengangkatan camat menyalahi aturan, gagapnya pelaksanaan Perda Organisasi Perangkat Daerah, tebang pilih penyaluran dana hibah, dan pengisian jabatan direktur perusahaan daerah.

Menurut Ketua DPC PKB Jember, Miftahul Ulum, bupati seharusnya menunjukkan kinerjanya kepada masyarakat dan membangun komunikasi politik akal sehat dengan semua pihak, terutama DPRD Jember. Jika Bupati Faida tidak kunjung memperbaiki pola komunikasi, Ulum yakin kegaduhan politik terus terjadi.

Ulum mengaku belum melihat program kerja Bupati Jember yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam setahun kepemimpinan Faida-Muqit Arief, masyarakat hanya disuguhi kegaduhan politik akibat banyaknya kebijakan yang melanggar aturan. (Fath)

Comments are closed.