Audiotorial “Rekomendasi DPRD”

Ada informasi Bupati menolak rekomendasi DPRD berkenaan dengan Perubahan APBD 2017. Namanya juga baru informasi. Bisa benar bisa tidak. Maka untuk memperoleh kepastian tidak ada jalan lain kecuali mengonfirmasikannya. Dari konfirmasi itu  bisa jadi malah akan  diperoleh alasan mengapa Bupati menolak rekomendasi DPRD.

Konfirmasi hanya bisa diperoleh kalau kedua lembaga, Eksekutif dan Legislatif, menjalin komunikasi. Kalau komunikasi terbangun, yang diperoleh bukan cuma klarifikasi tentang diterima tidaknya rekomendasi DPRD. Lebih dari itu, Eksekutif dan Legislatif sebagai bagian integral penyelenggara urusan pemerintahan bisa berdiskusi lebih luas. Berbicara dalam bingkai kepentingan Jember dan masyarakatnya.

Yang kedua, soal rekomendasi itu sendiri. Memang benar, rekomendasi tidak harus dituruti. Karena tidak harus dituruti, maka si pemberi rekomendasi tidak perlu kebakaran jenggot ketika rekomendasi dan catatan itu dilipat lantas dimasukkan ke dalam laci dan ditutup rapat-rapat. Tetapi juga tidak boleh dilupakan, meski tidak memiliki otoritas formal,  rekomendasi punya otoritas moral. Apalagi, jika yang melandasi  rekomendasi dan catatan itu adalah peraturan perundangan yang didorong oleh semangat mewujudkan prinsip tegak lurus.

Begitulah, maka untuk kesekian kalinya disampaikan bahwa kata kuncinya ada pada komunikasi. Yang dimaksud komunikasi di sini tentu bukan sekadar komunikasi dalam pengertian penyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan. Yang dimaksud komunikasi di sini adalah komunikasi yang berorientasi pada kepentingan orang banyak. Kepentingan daerah dan masyarakatnya. Orientasi yang tidak mengenal istilah kalah menang, karena yang hendak dimenangkan adalah rakyat.

Akhirnya, harapan besarnya adalah proses pembahasan Perubahan APBD 2017 bisa segera dituntaskan. Tidak ada lagi saling tuding yang satu menghambat yang lain. Kalau tidak, Jember akan makin jauh tertinggal, karena daerah lain pasti sudah dan sedang inten membahas RAPBD 2018. Mungkin pembahasan itu malah sudah rampung. (Aga)

 

 

 

 

Comments are closed.