Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Jember Melambat

Indria Purwaningsih saat ekspos data Hari Statistik Nasional (HSN) 2017.

Jember Hari Ini – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember tahun 2016 cenderung melambat. Sebab, pertumbuhan ekonomi Jember hanya mengandalkan sektor pertanian.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember, Indria Purwaningsih usai ekspos data Hari Statistik Nasional (HSN) 2017 dengan tema kerja bersama dengan data, Selasa. Dijelaskannya selama ini, Kabupaten Jember hanya bertumpu sektor pertanian. Apalagi pada tahun 2015 dan 2016 terjadi anomali cuaca dan hujan abu akibat aktivitas Gunung Raung. Akibatnya, sejumlah komoditas pertanian gagal panen. Selain itu, mulai hilangnya transportasi massal yang murah seperti MPU, ojek dan becak. Padahal, alat transportasi tersebut sangat mendukung pertumbuhan ekonomi.

Hal senada disampaikan ketua himpunan pengusaha muda indonesia hipmi cabang jember, agusta jaka purnama. Ia menjelaskan, salah satu petunjuk lambannya pertumbuhan ekonomi, yakni sulitnya lapangan pekerjaan yang ada di Kabupaten Jember. Hal ini ditunjukkan dengan adanya antrean panjang pada setiap acara job fair di Kabupaten Jember. Gejala ini sekaligus mengindikasikan daya saing Sumber Daya Manusia di Kabupaten Jember yang belum sesuai harapan. Padahal, yang antre pada setiap job fair mayoritas dari kalangan alumni perguruan tinggi. Sulitnya mencari pekerjaan di Kabupaten Jember, lanjut Agusta, menjadi salah satu tolok ukur bahwa pergerakan ekonomi di Kabupaten Jember masih lambat. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi Kabupaten Jember, HIPMI mendorong pemuda Jember menjadi pengusaha kuliner berbasis teknologi. (Hafit)

Comments are closed.