Polisi Tangkap 5 Tersangka karena Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian Pemicu Bentrok Kelompok Pencak Silat dan Bonek

Kapolres Jember bersama lima tersangka penebar ujaran kebencian terkait bentrok kelompok pencak silat dengan Bonek.

Jember Hari Ini РDiduga menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial yang memicu bentrokan antara kelompok pencak silat  dengan Bonek, seorang warga Mayang serta 4 pelajar SMA dan MTs ditangkap polisi. Mereka berinisial MI warga Desa Mayang, AF dan FR warga Desa Pakusari Kecamatan Pakusari, YS warga Tegal Besar Kaliwates, serta AR warga Desa Mayang Kecamatan Mayang.

Menurut Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, kelima tersangka ditangkap karena mengunggah ujaran kebencian melalui media sosial. Mereka mengajak organisasi pencak silat di Kabupaten Jember balas dendam kepada suporter Bonek, pasca bentrokan yang menewaskan 2 anggota kelompok pencak silat di Surabaya. Empat orang tersangka terbukti mengunggah ujaran kebencian melalui group anak muda di Kabupaten Jember sehingga menjadi pesan berantai. Sedangkan YS mengunggah ujaran kebencian menggunakan Facebook. Menurut Kusworo, pesan berantai ini memicu emosi sehingga beberapa pemuda melakukan penghadangan suporter bonek. Kusworo menghimbau masyarakat tidak mudah percaya dan terpancing ujaran kebencian di media sosial, apalagi informasi hoax. Masyarakat harus melakukan klarifikasi kepada pihak berwenang sehingga tidak termakan informasi hoax.

Hingga Kamis siang, kelima tersangka masih menjalani penyidikan di Mapolres Jember. Tersangka terancam dijerat dengan Undang-Undang  Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi serta Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Hafit)

Comments are closed.