Audiotorial “Serba Telat”

Program konsultasi perencanaan Pasar Tanjung yang dianggarkan dalam Perubahan APBD 2017 katanya dipastikan tidak bisa direalisasikan. Sebab, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pak Anas Makruf, waktunya sangat mepet. Konsultasi perencanaan pasar tanjung adalah proyek yang harus dilelang. Karena Perubahan APBD 2017 digedog bulan Oktober, dan proses tender butuh waktu sebulan, maka waktu yang tersisa hanya setengah bulan. Waktu sesempit itu tentu tidak cukup untuk menuntaskan proyek dimaksud.

Sekarang yang kelihahatan sudah dua program atau proyek proyek yang tidak bisa direalisasikan. Sebelumnya Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air mengembalikan ke kas daerah anggaran yang tak terpakai senilai Rp 60 miliar. Sekarang anggaran sebesar Rp 5 miliar yang tidak terealisasi.   Kabarnya program itu akan dianggarkan lagi dalam APBD 2018.

Begitulah, bisa jadi ada OPD yang lain yang dihadapkan pada ksesus serupa Dinas PU Bina Marga dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Anggarannya disetor ke kas daerah, yang oleh karena itu lantas menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). Program dan proyek tidak jalan, uang tidak berputar. Maka, bukan tidak mungkin SILPA tahun ini berakumulasi dengan SILPA sebelumnya.

Publik kira-kira heran, sumber persoalan sudah jelas, yakni molornya pembahasan APBD, tetapi masih saja terlhat kecenderungan pembahasan APBD 2018 molor, seolah penentu kebijakan enggan memetiknya sebagai pelajaran berharga . Pembahasan KUA PPAS APBD 2018 yang seharusnya rampung akhir November, ternyata belum juga kelar. Tarik ulur bukan melonggar melainkan sebaliknya, makin inten, makin kencang.

Akhirnya, sambil menghela nafas panjang, publik kira-kira juga bertanya dan mempertanyakan, “ apa sejatinya yang dimau sang penentu kebijakan….?”(Aga)

Comments are closed.