Seluruh Petugas Sentra Gakkumdu Harus Siap 24 Jam Layani Masyarakat

Jember Hari Ini – Seluruh petugas sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) harus siap 24 jam melayani masyarakat, meski diluar jam dinas. Jangan mematikan handphone meski diluar jam dinas. Demikian ditegaskan Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, usai penandatangan MoU centra Gakkumdu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur antara Polres, Kejaksaan, dan Panwas Kabupaten Jember, di aula Rupatama Polres Jember, Rabu siang.

Kapolres mengintruksikan kepada seluruh anggota Polres Jember yang bertugas di bagian di Gakkumdu untuk mengikhlaskan waktunya melayani masyarakat, meski di luar jam dinas. Handphone harusĀ  aktif selama 24 jam sehingga memudahkan koordinasi dengan semua unsur petugas Gakkumdu yang terdiri dari kepolisian, Panwas Kabupaten dan Kejaksaan Negeri Jember.

Kapolres Jember juga berpesan tidak semua laporan masyarakat terkait peristiwa pemilu kepala daerah diterima sebagai pidana pemilu. Petugas Gakkumdu harus memilah, mana yang masuk kategori pidana umum atau pidana pemilu. Kalau pidana pemilu maka akan langsung ditindak lanjuti oleh Gakkumdu. Sebab, pidana pemilu memiliki batas waktu penanganan yang relatif singkat.

Hal senada disampaikan Ketua Panwas Kabupaten Jember, Abdullah Wahid. Wahid mengapreasi sikap Polres dan Kejaksaan Negeri Jember yang menginisiasi MoU tersebut. Sebab, MoU ini pertama yang dilakukan centra Gakkumdu di tingkat kabupaten-kota di Jawa Timur. Sebab, kabupaten-kota lain masih merencanakan 1 hingga 2 bulan ke depan. Wahid berharap, dengan MoU ini persepsi dan pemahaman Gakkumdu sejalan dalam menyikapi kasus pidana pemilu. Wahid juga berharap pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jember berjalan aman danĀ  kondusif.

Sementara kepala Kejaksaan Negeri Jember, Ponco Hartanto, memprediksi pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Jember berjalan kondusif. Tidak ada gesekan yang berarti, karena semua calon berasal dari luar Kabupaten Jember. Berbeda dengan pemilihan bupati dan wakil bupati karena para calon berasal dari Kabupaten Jember rawan konflfik. Meski demikian, Gakkumdu harus selalu waspada untuk mengantisipasi kerawanan saat pemilu. Ponco juga menyatakan, tidak semua perkara pemilu harus diselesaikan di pengadilan. Jika kasus tersebut bisa selesaikan secara damai dan kekeluargaan, maka selesaikan dengan musyawarah. Karena itu, dia meminta Gakkumdu melakukan mediasi terlebih dahulu. (Hafit)

Comments are closed.