Mutasi Guru PNS Sebabkan Kegiatan Belajar-Mengajar di Sejumlah Sekolah Terganggu

Jember Hari Ini – Kebijakan Bupati Jember Faida kembali melakukan mutasi sejumlah guru PNS agar bekerja di sekolah yang berdekatan dengan rumahnya, menyebabkan kegiatan belajar-mengajar terganggu.

Demikian ditegaskan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember, Supriyono, Rabu siang. PGRI Jember mengaku menerima banyak keluhan saat rapat bersama pengurus PGRI tingkat kecamatan. Supriyono mencontohkan kasus di SDN Jambearum 2 Kecamatan Sumberjambe. Setelah bupati memutasi sejumlah guru PNS, SDN Jambearum 2 hanya memiliki 2 guru PNS. Satu orang berstatus sebagai guru, dan satu orang menjabat sebagai kepala sekolah, sementara di SDN Jambearum terdapat 100 siswa. Kasus serupa terjadi di SDN Gunung Malang, SDN Suren 4, SDN Sumber Salak, SDN Lampeji 1, dan SMPN Pringgondani. Sementara salah satu SMP negeri di Kecamatan Arjasa justru kelebihan guru sehingga ada 4 PNS guru untuk mata pelajaran IPA.

Supriyono mengaku khawatir, mutasi sejumlah guru ini justu mengancam kesejahteraan mereka. Sebab, mereka teramcam tidak bisa mendapat tunjangan sertifikasi karena jam mengajar tidak memenuhi syarat minimal. Kasus tersebut akan menimpa sejumlah PNS guru di SMP negeri di Kecamatan Arjasa. (Fian)

Comments are closed.