Pakar Hukum UNEJ dan Ormas NU Desak Presiden Jokowi Terbitkan PERPPU Anti-Terorisme

Jember Hari Ini – Pakar hukum Universitas Jember, doktor Nurul Ghufron, mendesak Presiden Joko Widodo segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) anti-terorisme. Sebab hingga saat ini pembahasan perubahan undang-undang tersebut masih terkatung-katung di DPR.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember ini, penanggulangan terorisme mendesak dilakukan terutama pasca aksi teror bom secara masif di kota Surabaya dan Sidoarjo. Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan yakni DPR RI segera mengesahkan rancangan Undang-Undang perubahan anti terorisme atau presiden segera menyiapkan PERPPU sebagai percepatan pembuatan undang-undang anti terorisme. Dengan PERPPU tersebut diharapkan penegak hukum lebih efektif menangani kasus terorisme di Indonesia.

Nurul Ghufron menambahkan, pemerintah harus menyiapkan perspektif baru terkait penanganan terorisme. Teroris tidak hanya dipandang sebagai kejahatan atau pidana tetapi juga harus dipandang sebagai penyakit sosial akibat kesalahan memahami agama atau ideologi. Kesalahan pemahaman agama terjadi pada agama apapun tidak hanya terjadi pada Islam. Selain itu, perlu ada upaya preventif dengan memasukkan pelajaran anti terorisme di kurikulum sekolah melalui dakwah secara langsung atau melalui media sosial. Apalagi banyak konten dakwah di media sosial yang menghalalkan menumpahkan darah orang lain karena alasan berbeda paham.

Hal senada ditegaskan intelektual muda Nahdlatul Ulama asal Jember, Ubaidillah Amin Mohammad. Tokoh yang akrab disapa Gus Ubaid menegaskan, persoalan terorisme di Indonesia membutuhkan penanganan mendesak pasca kasus di Mako Brimob dan pengeboman gereja di Surabaya dan Sidoarjo. Menurut Gus Ubaid, seharusnya pemerintah segera menyiapkan aturan terkait penanganan terorisme di Indonesia.

Gus Ubaid berharap, unsur pemerintah seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kementerian Agama, Kemendikbud, Kemenristek Dikti, dan lembaga negara lain lebih gencar lagi melakukan gerakan deradikalisasi. Sebab virus radikalisme saat ini sudah sangat masif menyebar di sekolah dan lembaga perguruan tinggi. (Hafit-Fian)

Comments are closed.