Audiotorial “Jember dan Industrialisasi”

Tarik ulur kepentingan antara petani Sumberejo dan perusahaan tambak belum menemukan titik terang. Di tempat lain, di Puger, petani juga sedang memperjuangkan agar pengalihan saluran irigasi tidak dilanjutkan. Petani setempat khawatir pengalihan saluran, menyusul keberadaan pabrik semen di sana, berpengaruh dan mempengaruhi produksi lahan mereka. Mereka juga mencemaskan dampak yang mungkin ditimbulkan dari pengalihan irigasi di musim penghujan.

Begitulah, mau tidak mau, suka tidak suka, akan datang suatu masa Jember bakal menjadi daerah industri. Sebab, Jember memiliki potensi dan daya dukung memungkinkan bagi pertumbuhan dan perkembangan industri. Tidak ada yang salah dengan kecenderungan itu, karena Jember akan kedatangan, mungkin malah dibanjiri investasi. Lantas, dengan begitu ekonomi bertumbuh, lapangan dan kesempatan kerja makin luas. Pendek kata, kecenderungan industrialisasi adalah keniscayaan. Karena sebuah keniscayaan, maka yang mesti diperhatikan adalah arah industrialisasi itu. Kecenderungan menuju daerah industri sebisa mungkin tidak menabrak Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang kalau tidak keliru, arahnya adalah industri pertanian. Apalagi, sejauh ini sektor pertanian masih merupakan penyumbang terbesar PDRB Kabupaten Jember. Kalau terpaksa bergeser dan digeser menuju industri manufaktur, maka industri itu sebisa mungkin tidak mengusik, apalagi merusak, sumber daya alam yang tersedia dan yang selama ini menjadi basis ekonomi sebagian besar penduduk Jember.

Kedua, industri yang diharap merangsang pertumbuhan ekonomi butuh kebijakan yang dengan kebijakan itu pertumbuhan ekonomi bisa menetes ke bawah. Pertumbuhan ekonomi mesti dibarengi dengan pemerataan kesejahteran. Bukan sebaliknya, pertumbuhan itu hanya dinikmati segelintir atau sekelompok orang.

Maka tidak ada jalan lain, pemerintah dan penentu kebijakan harus hadir, agar industrialisasi bergerak ke arah yang benar. Industrialisasi itu harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga Jember. Kehadiran industri juga tidak boleh mengusik potensi yang  basis ekonomi sebagian besar penduduk Jember. Sebegitu rupa, sehingga arah kebijakan sejalan dan selaras dengan RPJMD serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Yang terakhir, kebijakan itu harus berpihak kepada rakyat. Bukan sebaliknya, berpihak kepada cukong atau pemodal. (Aga)

 

Comments are closed.