Kelangkaan Elpiji 3 kg Disinyalir karena Digunakan Petani untuk Bahan Bakar Pompa Mengairi Sawah

Jember Hari Ini – Kelangkaan elpiji bersubsidi disinyalir karena banyak petani yang menggunakan elpiji 3 kilogram untuk bahan bakar pompa untuk mengairi sawah.

Menurut Sales Ekekutive LPG Rayon 7 Pertamina, Mohammad Ali Akbar Felayati, setelah pertamina melakukan pengecekan lapangan banyak penggunaan lepiji bersubsidi yang menyalahi ketentuan, diantaranya untuk bahan bakar pompa untuk mengairi sawah, bahan bakar pemanas di peternakan, dan memasak untuk kebutuhan tasyakuran.

Saat berbincang dengan petani, selama musim kemarau ini petani terpaksa menggunakan mesin pompa air untuk mengairi lahan sawah karena debit air sungai mengecil. Setiap lahan sawah menggunakan 5 hingga 15 tabung gas melon atau gas bersubsidi setiap hari. Padahal sesuai Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 21 Tahun 2007, LPG 3 kilogram hanya diperuntukkan rumah tangga miskin, dengan penghasilan Rp 1,5 juta dan kegiatan usaha kecil dan mikro. Meski Pertamina menambah suplai elpiji, namun kelangkaan lepiji bersubsidi tetap terjadi. Felayati menghimbau masyarakat yang bukan warga miskin, tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi tetapi menggunakan elpiji non subsidi dengan tabung biru dan pink.

Data yang dihimpun Prosalina, selain suplai kebutuhan reguler sekitar 64 ribu tabung, Pertamina juga menambah pasokan hingga 327 persen. (Ida)

Comments are closed.