PTPN 12 Tak Bisa Buktikan Temuan BPK Gara-Gara Belum Pernah Terima Laporan Rincian Kerugian Operasional Bandara Notohadinegoro

Jember Hari Ini – Sejak didirikan tahun 2003 lalu hingga saat ini PTPN 12 belum pernah menerima laporan hasil pengelolaan Bandara Notohadinegoro Jember. Akibatnya, setiap tahun PTPN 12 terkena audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Keterangan itu disampaikan Manager PTPN 12 Kebun Mumbul, Kis Hartono.

Menurut Kis Hartono, sejak didirikan dan secara resmi dioperasikan PTPN 12 belum pernah menerima laporan atau bagi hasil dari pengelolaan Bandara Notohadinegoro Jember. Sejauh ini pemkab jember hanya menyampaikan bahwa operasional bandara masih rugi, tetapi tanpa disertai rincian. Akibatnya, lanjut Kis Hartono, setiap tahun PTPN 12 terkena audit BPK RI yang menyatakan ada kerugian dari pengelolaan bandara. PTPN 12 sendiri tidak bisa menindaklanjuti temuan tersebut karena tidak bisa menjelaskan secara rinci atas kerugian tersebut.

Bandara Notohadinegoro dibangun tahun 2003 lalu di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN 12. Setelah diresmikan tahun 2005, Bandara Notohadinegoro mengalami pasang surut. Setelah terbengkalai dalam waktu yang cukup lama, tahun 2014 Bandara Notohadinegoro mulai dioperasikan hingga saat ini. (Hafit)

Comments are closed.