Audiotorial ” OTT Dispendukcapil”

Beberapa pejabat dan staf Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, kabarnya dimintai keterangan Satgas Saber Pungli, menyusul penggerebekan Rabu (31/10/2018) petang di Kantor Dispendukcapil. Sekarang beberapa ruang, termasuk ruang Kepala Dispendukcapil dipasangi pita polisi (police line).

Dalam sebulan terakhir, Dinas Kependudukan memang menjadi sorotan banyak pihak. Keluhan demi keluhan bermunculan. Warga mengeluhkan ribetnya mengurus adminduk yang selain antreannya panjang, rampungnya juga butuh waktu lama. Malah ada yang mengaku mengurus adminduk hingga 3 bulan, tetapi belum juga kelar.

Sebelumnya GMNI Jember mendesak audiensi untuk mendapat penjelasan tentang sentralisasi layanan adminduk. GMNI Jember Juga menyatakan sudah melakukan kajian akademis. Hasilnya sentralisasi layanan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Setelah GMNI Jember, giliran Asosiasi Kepala Desa (AKD) yang mendesak agar layanan adminduk didistribusikan ke kecamatan. Alasannya, sudah terlalu banyak warga yang mengeluhkan ribetnya mengurus adminduk. Selain lama, warga harus merogoh kocek lebih banyak untuk ongkos transport lantaran harus berkali-kali ke Kantor Dispendukcapil. AKD bahkan mengancam bakal turun jalan jika keinginan audiensi mereka tidak direspon.

Jadi, keluhan layanan adminduk sejatinya sudah sampai pada tingkat yang menjumudkan. Audiotorial Prosalina juga sudah beberapa kali menyampaikan pentingnya dokumen adminduk. Dokumen ini melekat pada hampir semua urusan, mulai dari urusan pendidikan, kesehatan, program jaring pengaman sosial hingga transaksi keuangan.  Beberapa daerah rajin menggali terobosan agar layanan adminduk lebih efektif, di Jember warga malah harus antre sejak pagi buta. Itupun belum tentu sehari kelar. Padahal motonya Semedi, sehari mesti jadi.

Begitulah, dulu Audiotorial Prosalina mengingatkan, sentralisasi layanan adminduk berpotensi memunculkan prasangka. Bisa saja sebagian orang berprasangka, sentralisasi layanan bukan untuk menghindari pungutan liar, melainkan justru memusatkan pungli di satu titik. Akhirnya, ke mana juntrung penggerebekan Rabu petang itu  tinggal menunggu hasil pemeriksaan penyidik, karena yang terbaik memang menyerahkan dan mempercayakannya pada proses hukum. (Aga)

 

Comments are closed.