Audiotorial “Pungli KTP”

Polisi menetapkan 2 tersangka menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus dugaan pungli pengurusan adminduk. Kedua tersangka adalah Kepala Dinas Kependudukan, SW, dan seorang yang diduga berperan sebagai makelar pengurusan adminduk berinisial AK. Dalam keterangan pers hari Jumat, Kapolres Jember, Pak Kusworo Wibowo, menerangkan tentang kemungkinan bertambahnya tersangka.

Begitulah, kata orang muskil korupsi dilakukan sendiri. Korupsi selalu melibatkan beberapa pihak. Jadi, wajar bahkan sudah seharusnya penyidik mengembangkan kasus yang sedang ditanganinya. Penyidik juga sudah menyita sejumlah barang bukti dan menggali keterangan dari sedikitnya 20 orang. Dengan teknik penyelidikan dan penyidikan yang dikuasai penyidik, sangat bisa jadi dugaan pungli pengurusan adminduk tersangkanya bertambah.

Penyidik kira-kira juga bakal menggali keterangan dari pihak-pihak yang punya otoritas melakukan pengawasan internal. Sebab, keluhan warga sudah berlangsung lama. Yang mengeluh juga bukan satu atau dua orang. Pengawasan internal di lingkungan Pemkab mestinya responsif, lalu bersegera melakukan komunikasi, koordinasi bahkan pembenahan.

Ketika keluhan berlangsung lama, yang mengeluh juga makin banyak, malah Ombudsman RI kabarnya juga menyorotinya,  orang bisa saja berpikiran pengawasan internal tidak berfungsi, atau malah bisa jadi diprasangkai melakukan pembiaran. Apalagi ada prakiraan uang yang dihimpun dari hasil pungli pengurusan adminduk bisa mencapai lebih dari Rp 200 juta sebulan. Singkat cerita, pikiran dan pertanyaan awam yang mengemuka adalah mengapa keluhan warga dibiarkan berlangsung lama.

Dalam penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara sejenis korupsi berlaku beberapa teknik atau metoda, yakni follow the suspect dan follow the money. Maka,  dengan keterangan puluhan saksi dan sejumlah barang bukti, adalah hal yang masuk akal kalau penyidik mengungkapkan tentang kemungkinan bertambahnya tersangka. Dengan teknik follow the money, penyidik akan mengikuti ke mana saja uang hasil pungutan liar itu mengalir dan disetor. Dengan teknik follow the suspect, penyidikakan menelisik telusuri siapa saja pihak-pihak yang ikut terlibat dalam mata rantai pungli di Dispendukcapil.

Tetapi, lebih dari itu, yang paling penting adalah, OTT yang dilakukan Satgas Saber Pungli menjadikan layanan adminduk tidak lagi menyusahkan warga. Dan kabarnya ada sekelompok warga melakukan aksi menggunduli kepala sebagai wujud rasa syukur dan rasa gembira atas OTT Satgas Saber Pungli di Dinas Kependudukan. (Aga)

 

 

 

 

Comments are closed.