Audiotorial “Pelimpahan BAP Pungli Dispendukcapil”

Berkas Acara pemeriksaan (BAP) kasus dugaan pungli di Dispendukcapil Jember dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jember, hari ini. Menariknya, BAP diserahkan sendiri oleh Kapolres Jember, Pak Kusworo Wibowo. Yang menerima juga Kajari sendiri.

Publik kira-kira berpikiran, BAP diserahkan sendiri oleh Kapolres lantaran kasusnya menjadi perhatian masyarakat. Magnitudo perkara itu cukup kuat karena, ini kira-kira juga, dugaan sementara pungli di Dispendukcapil mencapai raturan juta rupiah sebulan.

Kedua, penyerahan BAP dilakukan sendiri oleh Kapolres karena orang nomor 1 di Kepolisian Jember ini ingin memperlihatkan, sekaligus membuktikan komitmen penegak hukum dalam menyikapi kasus sejenis korupsi, yakni komitmen bahwa korupsi adalah extra ordinary crime, kejahatan luar biasa. Karena itu, penanganannya juga harus luar bisa.

Ketiga, komitmen yang diperlihatkan Kapolres dan Kajari bisa jadi dimaksudkan untuk mengirim pesan bahwa penegak hukum tidak main-main, tidak bakal masuk angin dan tidak bakal kompromi. Pada saat yang sama peristiwa serah terima BAP dugaan pungli di Dispendukcapil Jember oleh Kapolres dan Kajari sendiri kira-kira juga dimaksudkan untuk berkirim pesan, agar tidak ada lagi yang coba-coba korupsi.

Begitulah, korupsi dengan berbagai jenisnya sudah disepakati sebagai kejahatan luar biasa. Betapa tidak, di Dispendukcapil Jember pungli dilakukan terhadap warga yang sedang dalam posisi sangat membutuhkan yang oleh karena itu pula posisi tawarnya sedang lemah. Sebab, dokumen kependudukan lekat pada hampir semua urusan dan hajat warga. Tetapi, mereka mau tidak mau, suka tidak suka, harus merogoh kocek untuk urusan yang sejatinya gratis karena urusan adminduk dibiayai Negara yang berarti dibiayai rakyat. Pegawai yang bertugas melayani juga digaji Negara, juga berarti dibiayai rakyat. Belum lagi warga harus antri sejak dini hari untuk urusan yang belum tentu sehari jadi. Motto “Semedi” (sehari mesti jadi) dalam pengurusan adminduk tak lebih dari sekadar motto. Sementara kepala dinasnya menikmati previllage yang diberikan negara, duduk di kursi empuk di ruang ber-AC, plus kendaraan dinas yang tentu juga ber-AC.

Akhirnya, bisa jadi semua itu membuat Kapolres Jember dan Kajari Jember menempatkan kasus dugaan pungli di Dispenduk Capil sebagai perkara dengan perhatian khusus, karena pungli di sana membuat warga sengsara serta terbengkalai urusannya. Warga yang mampu dan tak mampu dipukul rata. (Aga)

 

Comments are closed.