Audiotorial “Tambang Silo”

Dalam kira-kira 2 pekan terakhir isu tambang Silo mengemuka. Kabar terakhir, masyarakat setempat mendirikan posko sebagai simbol penolakan, menyusul penghadangan terhadap sejumlah orang yang katanya sedang melakukan survei di Pace Silo. Sejauh ini situasinya masih kondusif. Malah Kapolres Jember, Pak Kusworo Wibowo, mengapresiasi warga yang menurutnya menghindari sikap main hakim sendiri.

Harapannya tentu saja situasi kondusif tetap terjaga. Hanya saja beberapa syarat mesti dipenuhi. Pertama, pihak-pihak yang berkepentingan atas tambang emas di Silo berusaha keras meretas dan menjalin komunikasi dengan warga setempat.  Sebab, warga Silo adalah adalah warga yang paling terdampak ketika tambang beroperasi. Memang benar, dampaknya belum diketahui. Tetapi warga tentu berhak khawatir lingkungan sekitar mereka mengalami kerusakan. Apalagi, setidaknya bisa diduga, warga hanya punya informasi tentang kerusakan lingkungan dan dampak buruk pertambangan terhadap kesehatan manusia.

Isu tambang adalah isu seksi yang nyaris selalu mengundang perhatian. Di beberapa tempat tambang bahkan berdampak sosial. Tengok misalnya tambang pasir di Lumajang, isunya bukan saja menasional, melainkan menjadi perhatian masyarakat dunia lantaran di sana ada peristiwa kemanusiaan yang menyertainya.

Begitulah, ringkasnya isu tambang selalu disertai dengan beberapa hal krusial seperti dampak lingkungan, dampak sosial, pemerataan kesempatan dan peningkatan kesejahteraan. Terutama, tentu saja, kesempatan dan peningkatan kesejahtaraan bagi masyarakat sekitar dan daerah. Maka bisa tidaknya tambang beroperasi sepertinya bergantung pada jawaban atas pertanyaan seperti, apa dampak pertambangan itu terhadap lingkungan dan kesehatan manusia; seberapa luas ruang kesempatan yang terbuka dan diberikan tambang itu terhadap warga sekitar dan daerah, seberapa besar peluang tambang itu memberikan kontribusi kepada warga dan daerah.

Akhirnya, apapun hasilnya, komunikasi dan sosialisasi adalah kunci bagi nasib kelanjutan tambang emas Silo. (Aga)

Comments are closed.