Pasca Penghadangan dan Penangkapan 7 Staf Dinas ESDM dan WNA, Warga Silo Suarakan Tolak Tambang Emas

Jember Hari Ini – Aksi penghadangan dan penangkapan 7 staf Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur dan Warga Negara Asing membuka kesempatan bagi perwakilan warga Desa Pace Kecamatan Silo untuk menyuarakan aspirasi. Mereka menuntut pemerintah segera mencabut izin tambang emas blok Silo.

Pantauan Prosalina FM di Mapolres Jember, perwakilan dan tokoh masyarakat Desa Pace, Mulyorejo, Harjomulyo, dan Kepala Desa Pace, mendatangi Polres Jember, Rabu siang. Sebelum menyampaikan aspirasi, mereka menemui Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo. Perwakilan warga bersama Kepala Desa Pace, Mohammad Farohan, akhirnya menyerahkan surat resmi agar bisa disampaikan kepada Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.

Kepala Desa Pace, Mohammad Farohan, menjelaskan, masyarakat secara tegas menolak tambang emas blok Silo. Sebab, warga Silo merasa sangat nyaman dan sejahtera bekerja sebagai petani. Menurut Farohan, penolakan warga terhadap tambang emas di wilayah Silo karena tambang hanya menguntungkan investor. Sementara justru warga Silo terpapar limbah akibat proses penambangan emas. Mereka berharap pemerintah memperhatikan aspirasi warga Silo, sehingga tidak sampai terjadi konflik antara warga dengan penambang.

Staf Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur berjanji akan menyampaikan surat yang menjadi aspirasi warga Jember kepada Dinas ESDM. Untuk memperkuat surat tersebut, kepala desa dan Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, juga menelepon Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur agar menutup peluang investor datang ke blok Silo. (Hafit)

Comments are closed.