Tak Terima Anaknya Diplonco Tidak Manusiawi Saat Magang, Warga Patrang Melapor ke Polisi

Jember Hari Ini – Tidak terima anaknya diplonco secara tidak manusiawi, Purwantini (48) warga Jalan Manggar Kecamatan Patrang melaporkan sejumlah karyawan swasta ke Mapolres Jember, Kamis sore. Terlapor berinisial AG (47) karyawan bengkel sepeda motor warga Dusun Kebonan Desa Gumukmas Kecamatan Gumukmas. Saat melapor ke polisi, orang tua korban didampingi sejumlah pengacara yang dipimpin Rony Bagus F Hamsah dari Lembaga Bantuan Hukum PERADI Jember.

Menurut kuasa hukum korban, Rony Bagus F Hamzah, keluarga korban melapor ke Polres Jember karena merasa anaknya diperlakukan tidak manusiawi saat menjalani Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang dulu dikenal dengan nama Praktik Kerja Lapangan (PKL). Rony menjelaskan, korban yang masih dibawah umur ini menjalni kegiatan praktik perbengkelan selama 3 bulan. Bulan pertama berjalan lancar, korban melaksanakan praktik seperti biasanya. Namun bulan kedua, mulai terjadi semacam perploncoan kedua tangan dan kaki korban diikat dan mulut ditutup. Korban disuruh jalan dengan cara meloncat. Korban kemudian mengadukan perlakuan tidak manusiawi ini kepada orang tuanya dan mengadu ke sekolah. Karena tak kunjung ada penyelesaian, kasus tersebut akhirnya di laporkan ke Polres Jember.

Roni berharap polisi mengusut kasus tersebut hingga tuntas karena melakukan tindak kekerasan terhadap anak dibawah umur. (Hafit)

Comments are closed.