Sejumlah Desa Tolak Pengadaan Patok Terkait Program Persiapan PTSL karena Berpotensi Hukum

Sejumlah desa menolak pengadaan patok untuk program persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Dinas Pemukiman Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya karena berpotensi terjadi permasalahan hukum.

Ketua kelompok masyarakat PTSL Desa Sukojember, Imron Rosyadi, mengaku pihaknya bersama Kepala Desa Sukojember menolak bantuan pengadaan patok dari Pemkab sebab realisasinya baru dilaksanakan akhir Desember lalu. Sedangkan patok yang dananya bersumber dari dana gotong-royong sudah terpasang sejak bulan Februari sehingga jika program tersebut dipaksakan diterima, pengadaan patok dari Pemkab Jember tidak terpakai. Apalagi, lanjut Imron, pemerintah desa dipaksa  menandatangani tanda terima yang bulannya terhitung mundur, yakni bulan April sehingga kepala desa bersama pokmas PTSL Desa Sukojember menolak bantuan tersebut karena khawatir terjadi permasalahan hukum dikemudian hari.

Hal senada dituturkan Kepala Desa Ambulu, Mulyono. Pemerintah Desa Ambulu bersama pokmas PTSL Desa Ambulu juga menolak pengadaan patok Pemkab Jember. Menurut Mulyono, pengadaan patok tersebut sia-sia karena proses pemasangan patok sudah selesai dilakukan. Selain itu, pemerintah desa dan kelompok masyarakat juga khawatir terjadi permasalahan hukum dikemudian hari.

Sementara Kepala Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan, Heri Hariyanto, mengaku desanya menerima 9.000 patok yang diberikan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya. Namun Heri mengakui semua patok yang diberikan Pemkab, tidak terpakai dan tergeletak di belakang kantor Desa Glundengan. Sebab proses pemasangan patok hingga pengukuran sudah selesai di pertengahan tahun 2018 dengan dana gotong royong masyarakat dan dibantu sumbangan dana pribadi.

Diberitakan sebelumnya, lsm masyarakat peduli pelayanan publik, mengadukan program pengadaan patok dinas perumahan rakyat kasawan pemukiman dan cipta karya untuk proses persiapan ptsl tahun 2018 kemarin, sebab diduga pengadaan patok tersebut terjadi double accounting. (Fian)

Comments are closed.