Audiotorial “Sortir Surat Suara”

Komisi Pemilu Kabupaten Jember kekurangan 4.500 surat suara. Dalam proses sortir juga diketahui terdapat 780 surat suara rusak. Kemungkinan surat suara yang rusak bertambah karena proses sortir sedang berlangsung. Sortase juga baru berlangsung untuk surat suara DPR-RI dan DPRD Provinsi. Sementara untuk surat suara Pilpres dan DPRD Kabupaten proses sortir menurut Ketua KPU Jember, Achmad Anis, masih berlangsung sehingga belum diketahui rinciannya.

Begitulah, selain kotak suara,  surat suara adalah salah satu isu paling sensitif dalam pemilu. Tengok saja rumor tentang surat suara yang sudah tercoblos atau rumor tentang temuan surat suara dalam kontainer, semua itu menandakan surat suara adalah isu sensitif yang bisa digoreng oleh pihak tertentu dengan tujuan tertentu pula.

Maka, apa yang dilakukan Komisi Pemilu Jember patut diapresiasi, yakni mempublikasikan proses sortase. Komisi Pemilu  Jember tentu juga akan terbuka ketika ada pihak-pihak yang ingin menyaksikan proses sortase. Lalu dengan terang benderang  pula KPU Jember menyampaikan kepada publik tentang kesudahan surat suara yang rusak, taruh umpanya dibakar atau dihancurkan dengan cara lain. Pendek kata, transparansi atau keterbukaan sangat dibutuhkan. Tujuannya, apalagi kalau bukan menjawab keraguan dan kecurigaan masyarakat.

Dalam praktik demokrasi pemilu sangat penting. Karena itu, setiap negara yang mengklaim dirinya demokratis pasti menyelenggarakan pemilu. Sebab, demokrasi menghendaki sirkulasi atau pergantian pemimpin secara damai. Semakin berkualitas pemilunya, orang akan bilang demokrasinya juga berkualitas dan matang. Karena itu, tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali menyajikan pemilu yang berkualitas dan berintegritas. Kualitas dan integritas itu antara lain dicapai lewat transparansi penyelenggara pemilu, KPU dan tentu saja Bawaslu.

KPU Jember sudah melakukannya, menyampaikan kepada publik proses sortase surat suara. Syukur kalau KPU berlaku sama terhadap proses-proses lain. Sama-sama terbuka, dan menyiapkan akses bagi publik luas yang membutuhkan informasi kepemiluan. Sekali lagi, karena pemilu bisa diibaratkan sebuah mesin produksi. Jika material yang dimasukkan ke dalam mesin produksi itu bagus, maka produknya juga bagus. Seperti pepatah orang pintar garbage in garbage out, jika yang masuk sampah yang keluar juga sampah. (Aga)

 

Comments are closed.