RSD dr. Soebandi Deteksi 5 Anak Menderita Gangguan Jiwa Akibat Kecanduan Game Online

Jember Hari Ini – Psikiater RSD dr. Soebandi Jember, dokter Justina Evi Tyaswati, meminta orang tua membatasi anaknya bermain game. Sebab, ada 5 anak menderita gangguan jiwa karena kecanduan bermain game. Kelima remaja tersebut harus menjalani perawatan kejiwaan, akibat terlalu lama bermain game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG). PUBG  adalah  permainan yang mengharuskan pemainya bertahan hidup dan bertempur melawan 100 pemain lain.

Menurut Evi, pasien yang kecanduan game ini cenderung mengalami perubahan sikap dan perilaku. Dia seringkali bersikap kasar dan mudah marah, saat tidak bisa bermain game. Dalam seminggu terakhir  tercatat 5 anak, harus menjalani terapi kejiwaan, karena berperilaku agresif, akibat kecanduan permainan game perang online. Mereka yang terdeteksi mengalami kecanduan game usia SD dan SMP karena bermain game lebih dari 3 jam. Karena itu, dokter Evi menghimbau orang tua agar membatasi anaknya bermain game paling lama 1 jam. Dia juga berharap orang tua lebih selektif dan tidak memperbolehkan anaknya yang usianya dibawah 12 tahun bermain game yang bisa meracuni pikiran.

Evi menambahkan, ciri-ciri anak menderita kecanduan game mirip dengan kecanduan obat-obatan terlarang. Beruntung kelima anak yang menderita kecanduan game tersebut  bisa segera diketahui dan dibawa ke rumah sakit. (Hafit)

Comments are closed.