Selama Bulan Maret, Kondisi Perekonomian Jember Alami Deflasi 0,06 Persen

Jember Hari Ini – Selama bulan Maret, kondisi perekonomian Kabupaten Jember mengalami deflasi sebesarĀ  0,06 persen. Deflasi terjadi karena harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi ini ditunjukkan dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Februari dari 130,61 persen menjadi 130,53 persen pada bulan Maret.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, Indriya Purwaningsih, dalam press releasenya di kantor BPS, Senin siang. Kabupaten Jember merupakan salah satu dari 3 kota di Jawa Timur yang mengalami deflasi setelah kabupaten probolinggo dan Sumenep. Sedangkan 5 kota di Jawa Timur justru mengalami inflasi. Indriya menjelaskan, yang memberi andil besar terjadinya deflasi di Jember, yakni turunnya harga komoditas kelompok makanan seperti daging ayam, wortel, beras, jeruk dan bensin. Namun di sektor lain ada komoditas yang mengalami inflasi yakni, upah pembantu rumah tangga, bawang merah, bawang putih, kacang panjang dan tomat sayur.

Hal senada disampaikan Asisten Manajer BI Cabang Jember, Hafidz. Hafidz menjelaskan, terjadinya deflasi pada kelompok tersebut menandakan perekonomian di Jember berjalan baik. Namun Hafidz meminta pemerintah mewaspadai inflasi komoditas pangan pada bulan April karena jelang bulan ramadhan. Karena itu, BI Cabang Jember segera menggelar pertemuan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah, TPID di se eks-Karesidenan Besuki untuk memantau fluktuasi harga bahan pokok selama bulan ramadhan. (Hafit)

Comments are closed.