Kasus Hilangnya Nama Caleg Partai Hanura Di Dapil 2, Memenuhi Syarat Untuk Pemungutan Suara Ulang

Menurut mantan ketua panwaslu kabupaten Jember, yang juga anggota presidium jaringan demokrasi Indonesia Jawa Timur, Dima Ahyar, pemungutan suara ulang bisa dilakukan jika memenuhi beberapa syarat diantaranya surat suara rusak, atau sengaja dirusak.

Surat suara Dapil 2 sebenarnya sudah cacat, namun proses penghitungan suara tetap dilanjutkan.

Peserta pemilu dalam hal ini bisa mengajukan gugatan melalui bawaslu, dan pengadilan tata usaha negara jika masih belum puas. Sebab yang dipersoalkan dalam hal ini terkait sengketa proses. Berbeda jika yang menjadi sengketa terkait hasil pemilu, maka gugatan dilayangkan melalui mahkamah konstitusi. Bawaslu tinggal menilai, apakah keputusan KPU melanjutkan proses rekapitulasi suara memiliki dasar yang kuat atau tidak.

Senada dituturkan pakar hukum universitas Jember, Nurul Ghufron. Menurut Nurul Ghufron, penghilangan hak konstitusi warga negara untuk dipilih melanggar undang-undang dasar.

Jika terdapat celah norma hukum dalam undang-undang pemilu ataupun peraturan KPU, seharusnya penyelenggara pemilu dengan kekuatan dan kewenangan yang dimiliki, bisa menutup celah tersebut. Sehingga tidak ada jalan lain, dilakukan pemungutan suara ulang dalam kasus yang terjadi di Dapil 2. (Fian)

Comments are closed.