Audiotorial “Ada Apa dengan Proyek Rehab Pasar”

Kejaksaan Negeri Jember kemarin menggeledah Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Unit Layanan Pengadaan. Penggeledahan dipimpin sendiri oleh Kajari Jember, Ponco Hartanto. Kalau Kajarinya memimpin sendiri proses penggeledahan, kasus yang didugakan bisa jadi lumayan serius, sekaligus juga menandakan keseriusan Kejaksaan Negeri Jember dalam pemberantasan Korupsi. Sejumlah dokumen diamankan dalam penggeledahan itu.

Kata Kajari Jember, Ponco Hartanto, penggeledahan terkait dengan dugaan penyelewengan proyek rehabilitasi pasar. 10 orang sudah dimintai keterangan. Tetapi sejauh ini Kejaksaan belum menetapkan tersangka.

Begitulah, Kejaksaan belum nenetapkan tersangka. Prosesnya mungkin akan panjang karena dalam penegakan hukum kepastian adalah salah satu prinsip atau asas yang mesti dipenuhi. Kepastian juga berarti kehati-hatian karena dalam perkara apapun penegak hukum tidak boleh salah dalam menetapkan tersangka. Pada waktu yang sama asas praduga tak bersalah juga diberlakukan.

Dengan begitu Kejaksaan Negeri Jember patut diapresiasi. Apalagi kasus yang didugakan penyelewengan proyek. Itu artinya sama dengan korupsi. Jika boleh menduga, Kejaksaan Negeri Jember kira-kira berangkat dari asumsi bahwa korupsi adalah perkara yang kecil kemungkinan dilakukan seorang diri. Maksudnya, korupsi nyaris selalu melibatkan beberapa pihak. Jika benar begitu, maka yang dikehendaki Kejaksaan Negeri Jember adalah agar perkaranya tuntas. Siapapun yang terlibat di dalamnya tidak luput dari jaring dan jerat hukum. Tujuannya, selain perkaranya tuntas, juga agar menimbulkan efek jera. Pada waktu yang sama penegakan hukum memenuhi rasa keadilan, tidak tebang pilih.

Nah akhirnya, publik bisa diduga menunggu kelanjutan dan perkembangan penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Jember, disertai bermacam-macam pertanyaan. Salah satunya adalah pertanyaan, siapa saja kira-kira yang terlibat di dalamnya? (Aga)

 

 

 

Comments are closed.