Orang Tua Siswa Adukan PPDB Jalur Zonasi ke DPRD Jember

Para orang tua murid saat mengadu soal PPDB sistem zonasi di DPRD Jember.

Jember Hari Ini – Sejumlah wali murid, Senin pagi, mengadukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi SD-SMP ke DPRD Jember. Selanjutnya, dalam waktu dekat, dewan berencana mengundang Dinas Pendidikan untuk sekaligus mempertemukan dinas Pendidikan dengan orang tua murid.

Salah seorang orang tua murid asal Gebang, Syafa, menyayangkan Peraturan Bupati tentang PPDB SD-SMP di Jember yang mengadopsi sepenuhnya Permendikbud, terutama yang menyangkut komposisi yang diterima lewat jalur zonasi. Dalam PPDB 2019 komposisi penerimaan peserta didik baru lewat jalur zonasi mencapai 90 persen. Sedang yang lewat jalur prestasi hanya 10 persen.

Menurut Syafa, mestinya Perbup memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi riil pendidikan di Jember sehingga tidak ada wali murid yang kecewa karena anaknya tidak bisa sekolah ke sekolah yang diinginkan. Pendek kata, tambah Syafa, PPDB zonasi kurang menghargai prestasi serta jerih payah siswa siswa untuk meraih nilai unas terbaik yang bisa mereka raih.

Hal senada disampaikan wali murid asal Kebonsari, Isriadi. Isriadi mengaku sistem zonasi di Kabupaten Jember dikeluhkan banyak warga lantaran ada selentingan tentang dugaan surat keterangan domisili palsu. Karena itu, sejumlah  orang tua murid berharap agar DPRD melakukan penelusuran terhadap dugaan itu.

Sementara Sekertaris Komisi D DPRD, Nur Hasan, menjelaskan sistem zonasi yang diterapkan di Kabupaten Jember memang menimbulkan banyak keluhan wali murid. Padahal, kata Nur Hasan, dalam Permendikbud PPDB, setiap daerah masih diberikan kelonggaran untuk menyesuaikan dengan kondisi di daerah. Namun sayang di Kabupaten Jember langsung menerapkan sistem zonasi persis seperti di Permendikbud. Karena itu, dalam waktu dekat DPRD akan mengundang Dinas Pendidikan untuk dipertemukan dengan wali murid. (Fian)

Comments are closed.