Audiotorial “PNS Nakal”

Sebanyak 16 PNS PemkabĀ  Jember dijatuhi sanksi disiplin berat di sepanjangĀ  2016-2019. Sekkab Jember, Mirfano, menerangkan sanksi disiplin berat meliputi pemberhentian, copot jabatan dan pemberhentian sementara. Sedang kasus yang melatar belakanginya adalah korupsi dan pungli.

Begitu memang seharusnya. PNS yang korup dan melanggar disiplin pegawai dijatuhi sanksi. Mendagri belum lama berselang juga mengingatkan kepala daerah agar segera menjatuhkan sanksi kepada PNS secara hukum terbukti korup. PNS korup bukan hanya mencoreng citra aparatur negara. Lebih dari itu, sebagai aparatur negara mereka dianggap lebih paham hukum yang oleh karena itu seharusnya memberikan keteladanan. PNS di gaji rakyat, yang oleh karena itu pula tugasnya melayani rakyat. Bukan sebaliknya, menyusahkan dan menggerogoti uang rakyat.

Jadi, sekali lagi, sudah seharusnya PNS nakal dijatuhi sanksi. Tetapi, pada saat yang sama penentu kebijakan juga memberikan ruang kepada PNS yang berprestasi dan berintegritas. PNS yang bersih dipromosikan yang nakal di jatuhi sanksi. Pendek kata, pola sanksi dan ganjaran mesti diterapkan. Orang pintar menyebutnya pola reward and punishment.

Penerapan ganjaran dan sanksi juga berarti sebuah kepastian. Birokrasi, karena sifatnya yang hirarkis, adalah organisasi yang mengharuskan kejelasan dan kepastian. Penjejangannya mengharuskan dipenuhinya syarat kompetensi. Ukurannya bukan jauh dekat dengan penentu dan pemutus kebijakan.

Kejelasan dan kepastian juga menentukan kinerja birokrasi. Kejelasan dan kepastian pula yang menentukan responsifitas birokrasi. Jangan berharap birokrasi bakal responsive jika misalnya statusnya PLT. Sebab, ruang gerak PLT sangat terbatas. Dia tidak bisa membuat keputusan strategis.

Panjang kalau diceritakan. Singkat kata, pembinaan birokrasi tidak bisa hanya melalui metoda ganjaran dan sanksi, tetapi juga kejelasan dan kepastian, termasuk yang menyangkut kebijakan mutasi, promosi dan demosi. Jika tidak, jangan pernah berharap kinerja birokrasi bakal optimal. (Aga)

 

 

 

 

 

 

Comments are closed.