Pemerintah Sangat Hati-Hati Sebelum Melepas Produk Pangan Hasil Rekayasa Genetika

Pemaparan produk pangan hasil rekayasa genetika.

Jember Hari Ini – Pemerintah sangat berhati-hati sebelum melepas produk pangan hasil rekayasa genetika atau  bibit hasil produksi  tanaman pangan transgenik ke masyarakat. Produk pangan hasil rekayasa genetika tersebut harus memenuhi standar keamanan kesehatan, lingkungan, dan bersertifikasi.

Menurut anggota Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik, doktor Roy Alexander Sparingga, kehati-hatian itu karena ada regulasi yang mengatur, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2005 tentang keamanan hayati produk rekayasa genetik. Pihaknya mengikuti regulasi pemerintah dan ketentuan internasional untuk menghasilkan produk pangan yang aman dikonsumsi. Karena itu, saat ini para ahli dan pemilik regulasi berkumpul bersama untuk menyamakan persepsi. Meski demikian masih ada pihak yang ragu-ragu dengan penerapan bioteknologi. Padahal Indonesia masih jauh  tertinggal dengan negara tetangga di asia tenggara. Sebab, di negara tetangga seperti Filipina, Bangladesh dan Myanmar sudah melakukan terososan lebih jauh. Salah satunya diterapkan pada tanaman terong. Karena itu, mayoritas produk tanaman pangan transgenik masih impor diantaranya kedelai.

Hal senada disampaikan Ketua Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Tanaman Kementerian Pertanian, profesor doktor Erizal Jamal. Pemerintah  masih menyelesaikan regulasi terutama terkait benih tanaman hasil rekayasa genetika yang akan dilepas di pasaran. Untuk sementara produk yang sudah dilepas baru tanaman tebu transgenik dari Universitas Jember. (Hafit)

Comments are closed.