Audiotorial “Lagi, Soal CPNS dan Hak Interpelasi”

Ketua Tanfidziyah PCNU Jember mendorong Fraksi PKB di DPRD Jember menggunakan hak yang melekat pada Dewan berkenaan dengan persoalan formasi CPNS 2019. Dalam hemat Ketua Tanfidziyah PCNU Jember, KH. Abdullah Samsul Arifin, kegagalan Jember memperoleh jatah penerimaan CPNS adalah masalah besar, karena menyangkut kebutuhan banyak orang. Apalagi bagi warga yang usianya berada di ambang batas persyaratan seleksi CPNS. Karena itu, tandas KH Abdullah Samsul Arifin, NU Jember mendorong DPC PKB, agar Fraksinya di Dewan, menggunakan Hak Interpelasi. Tujuannya, agar Pemkab memberikan klarifikasi. Selanjutnya klarifikasi itu disampaikan secara terbuka untuk diketahui masyarakat luas.

Begitulah, sebelumnya PDI Perjuangan Jember yang menyampaikan kemungkinan penggunaan Hak Interpelasi oleh Fraksinya di Dewan. Sekarang dorongan itu datang dari PCNU Jember. Keduanya sama-sama memandang kegagalan Jember mendapat jatah penerimaan CPNS sebagai masalah besar.

Pertama, tentu saja karena ada kemungkinan pada waktu tertentu  Jember defisit pegawai dan kemudian berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan. Kedua, Jember katanya mengusulkan 600 lebih pegawai baru. Jika kemudian gagal gegara usulan tidak sesuai ketentuan, maka sebanyak itu pula peluang warga Jember untuk mengikuti seleksi CPNS hangus. Sampai di sini menjadi makin jelas, mengapa PDI Perjuangan Jember dan PCNU Jember sama-sama melihat kegagalan Jember mendapat jatah penerimaan CPNS 2019 sebagai persoalan penting.

Maka harapannya adalah bahwa persoalan itu murni dilihat dan disikapi sebagai persoalan kebijakan. Kebijakan yang menyangkut kepentingan penyelenggaraan pemerintahan serta pemenuhan hak warga. Sebegitu rupa sehingga tidak muncul kesan mempersoalkan atau mengritisinya sebagai persoalan politis. Pada waktu yang sama, juga diharapkan, ketika ada yang mempersoalkan atau mengritisinya tidak buru-buru dianggap sebagai upaya politisasi persoalan CPNS yang kebetulan muncul menjelang Pemilukada. Menyikapi persoalan secara proporsional sangat penting karena ketika berbelok atau dibelokkan, bukan solusi yang dihasilkannya, melainkan persoalan dan kerumitan baru yang sangat bisa jadi makin tak jelas juntrungnya. (Aga)

 

 

 

Comments are closed.