Audiotorial “Raperda Penyertaan Modal PDP Kahyangan”

Serombongan buruh PDP Kahyangan mendatangi DPRD Jember. Mereka menuntut Raperda Penyertaan Modal dibahas dan dituntaskan tahun ini juga. Koordinator Buruh PDP Kahyangan, Dwi Agus Budiyanto, menuturkan kedatangannya ke Dewan dikarenakan ada informasi yang menyebutkan, salah satu Fraksi di DPRD tidak ingin pembahasan Raperda Penyertaan Modal dilanjutkan. Sementara, Ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menegaskan Dewan tetap melanjutkan pembahasan Raperda Penyertaan Modal bagi PDP Kahyangan.

Bisa diduga penyertaan  modal itu sangat penting bagi PDP Kahyangan. Bagi Pekerja penyertaan modal itu bisa diperkirakan bakal meningkatkan produktifitas perusahaan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan pekerja. Penyertaan modal itu, juga sangat penting kira-kira karena tanpa suntikan dana tambahan PDP Kahyangan bisa saja kolap untuk kesekian kalinya.

Begitulah, sekarang sudah ada kejelasan. Pembahasan Raperda Penyertaan Modal berlanjut, bahkan diusahakan digedog tahun ini pula. Sebegitu rupa sehingga penyertaan modal itu bisa dianggarkan pada APBD tahun 2020. Maka harapannya adalah, kejelasan itu mesti disikapi dengan kejelasan pula. Kejelasan pengelolaan dana Penyertaan Modal. Untuk apa dan apa pula yang hendak dilakukan manajemen PDP Kahyangan dengan dana sebanyak itu. Direksi PDP Kahyangan pasti sudah punya rencana. Rencana itu mesti dijelaskan kepada Wakil Rakyat. Syukur kalau secara terbuka juga disampaikan juga kepada publik. Sebab, selama ini publik tahunya PDP Kahyangan selalu dirundung masalah finansial sampai-sampai tak mampu memberikan kontribusi yang memadai bagi Pendapatan Asli Daerah.

Jadi, sekali lagi kejelasan bahwa pembahasan Raperda Penyertaan Modal PDP Kahyangan berlanjut mesti dijawab dengan kejelasan rencana. Rencana yang matang dan rasional. Yang berkepentingan terhadap PDP Kahyangan bukan cuma pekerja. Warga masyarakat juga berkepentingan. Bagi pekerja Penyertaan Modal itu berarti darah segar bagi PDP kahyangan, yang oleh karena itu tidak ada lagi kekhawatiran bakal terjadi PHK. Sementara bagi warga masyarakat melihat  Penyertaan Modal itu sebagai peluang bagi PDP Kahyangan untuk tumbuh kembang, lalu bisa menyumbang PAD. Bertambahnya PAD oleh warga masyarakat akan dilihat sebagai peluang bagi Pemkab menambah program pembangunan untuk kepentingan orang banyak. Bukan sebaliknya, modal ditambah, tetapi PDP Kahyangan kembali terhuyung-huyung karena salah kelola atau karena tidak punya rencana. (Aga)

 

 

 

Comments are closed.