Audiotorial “Jaksa dan Dana Desa”

Kejaksaan Negeri Bondowoso dan Inspektorat Kabupaten Bondowoso turun ke desa. Tujuannya, adalah monitoring yang diikuti dengan pemeriksaan berkas administrasi Dana Desa dan Anggaran Dana Desa. Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Unaisi Hetty Nining, menjelaskan monitoring dan pemeriksaan berkas dimaksudkan untuk mengetahui kelengkapan laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa. Jadi, tambah Kajari Unaisi, monitoring itu dimaksudkan sebagai kegiatan pembinaan agar tata kelola Dana Desa dan Anggaran Dana Desa memenuhi aturan yang sudah ditentukan. Karena itu, aparat Pemerintah Desa tidak perlu gamang terhadap kegiatan tersebut.

Begitulah, sudah menjadi pengetahuan umum urusan teknis administratif adalah urusan yang sejak dulu dianggap sebagai salah satu persoalan dalam pengelolaan Dana Desa. Sebagian besar dikarenakan daya dukung SDM yang belum memadai. Itu sebabnya, dulu tatkala untuk pertama kalinya kebijakan dan program Dana Desa dilincurkan pemerintah menyertainya dengan program pendampingan.

Monitoring Kejaksaan dan Inspektorat, karena tekanannya terletak pada pembinaan, maka kegiatan ini mesti diapresiasi dan dilihat sebagai ikhtiar pencegahan, yakni mencegah penyalah-gunaan dan penyelewengan Dana Desa. Dalam ikhtiar membarantas dan memerangi korupsi pencegahan tak kalah pentingnya dibanding penindakan. Pencegahan bahkan lebih banyak manfaatnya.

Pertama, dengan  pencegahan maka  anggaran untuk desa dan masyarakatnya tidak bocor, tidak menguap. Sebegitu rupa sehingga dana tersebut bisa diharapkan sampai pada sasaran yang tepat. Pengelolaannya juga bisa dipertangungjawabkan. Pendek kata, pencegahan bisa menyelamatkan lebih banyak uang Negara.

Kedua, karena tujuan utamanya membina, maka monitoring yang dilakukan Kejaksaan Negeri Bondowoso dan Inspektorat Kabupaten Bondowoso bisa dibilang pada saat yang sama kedua lembaga ini juga berikhtiar meningkatkan kualitas SDM Pemerintah Desa.

Akhirnya, harapannya adalah monitoring ini menjadi agenda tahunan Pemerintah Daerah Bondowoso. Syukur kalau kegiatannya dilengkapi dengan pendampingan sejak perencanaan. Sedemikian rupa sehingga Pemerintah Desa memiliki kemampuan taruh misalnya mengidentifikasi kebutuhan nyata serta menyusun skala priositas, yang oleh karena itu anggaran milyaran rupiah yang digelontorkan ke desa tidak mubazir dan tidak sia-sia. (Aga)

 

Comments are closed.