Audiotorial “Mengawal Anggaran di Masa Pilkada”

Pengamat kebijakan Publik Universitas Jember, Hermanto Rohman, mengingatkan semua pihak untuk mengawal penggunaan anggaran. Menurut Hermanto Rohman, di masa-masa pilkada anggaran harus diawasi dan dikawal dari kemungkinan digunakan untuk keperluan pemenangan pilkada yang dikemas sebagai bansos. Apalagi, saat ini Jember belum punya Perda APBD. APBD-nya berpayung hukum Perkada. APBD yang dasarnya Perkada sangat terbatas dan dibatasi. Penggunaannya, kalau tidak keliru, hanya untuk belanja wajib dan belanja rutin.

Pilkada memang harus berkualitas dan berintegritas. Agar sampai ke sana semua pihak harus mengambil peran.  DPRD ambil peran mengawasi, Bawaslu mengawasi, warga juga mengawasi. Kandidat Bupati-Wakil Bupati juga harus ambil peran. Perannya adalah mewarnai kontestasi dengan cara-cara yang sehat. Menghindari penggunaan cara-cara curang dan culas. Tidak memanfaatkan kekuasaan.  Tidak melakukan kampanye hitam. Tidak mengadu domba dan memecah belah masyarat. Andai merasa diperlukan paling banter kandidat hanya bisa melakukan kampanye negatif.

Kampanye hitam berbeda dari kampanye negatif. Kampanye hitam menyudutkan seseorang tanpa fakta. Sedang kampanye negatif mengungkap kekurangan seseorang disertai fakta. Faktanya bisa dipertanggungjawabkan.

Begitulah, yang diawasi dengan demikian bukan hanya penggunaan anggaran. Cara-cara yang ditempuh kandidat juga harus diawasi agar pilkadanya berkualitas dan berintegritas. Pemilu harus berkualitas dan berintegritas karena melalui mekanisme lima tahunan itu pemimpin dihasilkan. Sulit membayangkan pemimpin yang dihasilkan kelak bisa dipertanggungjawabkan andai pemilunya tidak berkualitas dan berintegritas. Jika pemilu diibaratkan mesin produksi, maka keluaran atau outputnya bergantung pada material yang dimasukkan ke dalam mesin itu. Jika yang dimasukkan sampah, pasti yang keluar dari mesin itu juga sampah. Kata orang pintar garbage in garbage out.Yang masuk sampah yang keluar juga sampah. (Aga)

 

 

 

 

 

 

 

Comments are closed.