Puluhan Aktivis GMNI dan Perwakilan Petani Paseban Demo Tolak Tambang dan Tambak

Demo tolak aktivitas tambang dan tambak di wilayah Paseban kencong.

Jember Hari Ini – Puluhan aktivis GMNI dan perwakilan petani Paseban kembali mendatangi kantor Pemkab Jember, Selasa siang. Mereka menggelar aksi unjuk rasa menagih janji Bupati Jember, Hendy Siswanto, untuk menyelamatkan tanah pesisir selatan. Mereka menolak aktivitas penambangan dan tambak yang berpotensi merusak lingkungan terutama di kawasan Paseban. Dalam aksinya mereka membentangkan spanduk, banner, yang intinya menolak tambang dan tambak yang berpotensi merusak lingkungan.

Menurut perwakilan petani Paseban, Gatot Pritanto, meski hingga saat ini di wilayah Paseban belum ada aktivitas tambang dan tambak. Namun warga khawatir karena PT ADS mengklaim sudah mengantongi izin tambang pasir besi. Sebab, warga masih menemui aktivitas mencurigakan dan meresahkan,  seperti ada upaya pengambilan sampel tanah untuk kepentingan penambangan dan tambak. Selain lahan pertanian yang rusak,  petani juga khawatir aktivitas tambang maupun tambak juga merusak kualitas air tawar yang dikonsumsi warga. Warga Paseban tidak keberatan jika pesisir selatan dikelola menjadi objek wisata.

Wakil Bupati Jember,  KH. Muhammad Balya Firjaun Barlaman saat menemui perwakilan mahasiswa dan warga menegaskan, Pemkab Jember tidak akan memberi rekomendasi tambang pasir Paseban jika masyarakat menolak tambang. Pemkab Jember akan menghimpun aspirasi masyarakat dan mahasiswa terkait masalah tambang dan tambak di pesisir Paseban. Wabup melarang aktivitas pertambangan dan pertambakan di sepadan pantai. Mengingat aktivitas tambang dan tambak di sepadan pantai menyalahi aturan. Gus Firjaun juga menyampaikan, sudah melakukan kunjungan untuk memantau pertambakan di pesisir Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas. Pihaknya memberi batas waktu hingga selesai panen agar semua aktivitas tambak dihentikan. (Hafid)

Comments are closed.