Universitas Jember Gelar Program KKN Kolaboratif Peduli Semeru

Jember Hari Ini – Untuk membantu warga Lumajang  yang menjadi korban erupsi  Gunung Semeru, Universitas Jember menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Peduli Semeru. Program KKN periode satu tahun akademik 2021-2022 ini diikuti  376 mahasiswa dari berbagai fakultas dan didampingi 15 dosen pembimbing lapangan. Mereka dilepas oleh Rektor Universitas Jember dalam upacara di gedung Auditorium Universitas Jember, Rabu pagi.

Menurut Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, mahasiswa Universitas Jember akan bergabung dengan mahasiswa dari PTN lain di Jawa Timur untuk membantu warga Candipuro hingga Rabu 16 Februari 2022 mendatang. Dalam arahannya, Iwan  meminta mahasiswa peserta KKN Kolaboratif Peduli Semeru benar-benar memanfaatkan kesempatan membantu korban erupsi Gunung Semeru sesuai  tema yang ditentukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

Iwan Taruna menjelaskan, KKN kali ini yang spesial karena mahasiswa akan fokus membantu warga di 15 dusun dan desa di Kecamatan Candipuro.  Iwan Taruna juga meminta mahasiswanya dapat berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak di lokasi bencana, seperti pemerintah setempat, relawan, TNI, serta polri. Apalagi dalam kegiatan KKN Kolaboratif Peduli Semeru, Universitas Jember menjadi koordinator kegiatan KKN yang melibatkan Universitas Airlangga, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Negeri Surabaya.

Sementara menurut Koordinator Pusat KKN LP2M Universitas Jember, Ali Badrudin, menjelaskan,  makna kolaboratif yang diusung berarti KKN dilaksanakan bersama oleh PTN di Jawa Timur berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan warga. Oleh karena itu, bentuk, durasi, dan tema KKN diserahkan kepada masing-masing PTN yang terlibat. Ada PTN yang menjalankan KKN dengan menjalankan tugas kerelawanan dan kemanusiaan. Namun untuk Universitas Jember memilih menjalankan KKN tematis dengan menjalankan beberapa tema seperti tema pendampingan wirausaha, penataan lingkungan, pemulihan trauma, serta perbaikan fasilitas umum.

Ketua LP2M, Profesor Yuli Witono, menyebutkan ada 15 dusun dan desa di Kecamatan Candipuro akan menjadi lokasi KKN Kolaboratif Peduli Semeru. Nantinya di setiap lokasi penerjunan KKN akan ada 25 mahasiswa yang menjalankan tugas pengabdian. (Hafid)

Comments are closed.