Harga Jagung Anjlok Saat Panen Raya, Petani Minta Bulog Ambil Peran

Daftar harga acuan komoditas jagung.

Jember Hari Ini – Petani di Kabupaten Jember kembali mengeluhkan harga jagung yang murah selama dua pekan terakhir. Saat ini harga jagung gelondongan kering panen di tingkat petani hanya Rp1.400-1.600 per kilogramnya.

Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur, Jumantoro, saat dihubungi berharap agar pemerintah melalui Perum Bulog segera mengambil peran. Tidak hanya padi, Bulog diharapkan juga menyerap panen jagung di tingkat petani.

Apalagi, kata Jumantoro, pemerintah sudah mengatur standar harga komoditi pertanian melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 tahun 2022. Sesuai aturan tersebut, harga jagung gelondongan kering panen minimal Rp2.000, sementara jagung pipil Rp4.500 per kilogram. Rendahnya harga jagung saat ini dikhawatirkan membuat petani semakin merugi.

Jumantoro menilai, anjloknya harga jagung disebabkan adanya peralihan musim tanam. Petani yang biasanya menanam padi memilih menanam jagung. Sebab, pada musim sebelumnya, menanam jagung lebih menguntungkan dibandingkan padi. Akibatnya, memasuki musim panen raya jagung saat ini, produksi jagung melimpah. Musim panen jagung diperkirakan akan terus berlangsung hingga satu bulan kedepan.

Selain harga yang murah, kendala lain yang harus dihadapi petani yakni hujan yang terus mengguyur kawasan Jember. Kondisi ini membuat kualitas jagung rawan menjamur dan harga semakin anjlok.

Jumantoro berharap, pemerintah bersama Bulog dapat menyerap hasil panen jagung karena memiliki teknologi yang lebih mumpuni, seperti alat pengering dan penjemuran. (Ulil)

Comments are closed.