Warga Puger Mengadu ke Komisi B Terkait Aktivitas Armada Pertambangan

Warga Puger saat mengadu ke Komisi B DPRD Jember.

Jember Hari Ini – Warga Dusun Kapuran Desa Grenden Kecamatan Puger mengadu ke Komisi B DPRD Jember terkait aktivitas armada yang mengangkut hasil pertambangan di kawasan Gunung Sadeng Puger. Para warga ini datang bersama perkumpulan pengusaha masyarakat Gunung Sadeng beserta penambang lokal, perajin, dan penggilingan batu kapur.

Selain protes terkait aktivitas armada pertambangan pabrik semen, mereka mengeluhkan sedikitnya produksi batu kapur akibat terbatasnya wilayah tambang, sehingga banyak UMKM di sektor batu kapur yang gulung tikar.

Ditengah protes permintaan wilayah lahan tambang di Puger, Ketua Forum Pemuda Kapuran, Muhammad Zaenul Arifin, justru menyampaikan persoalan lain. Zaenul menyampaikan keluhan masyarakat di sekitar Gunung Sadeng akibat dari aktivitas tambang yang terjadi di sana. Menurutnya, 15 meter dari jalan raya, warga sulit membedakan mana getaran gempa dan getaran akibat armada tambang yang lewat.

Selain itu,warga juga mengeluhkan kerusakan jalan serta debu yang terus mengotori rumah mereka. Zaenul berharap aktivitas armada tidak lewat saat jam sekolah, antara pukul 6 hingga 8 pagi. Pihaknya sudah menyampaikan keluhan, namun belum mendapatkan respons.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Jember, Siswono, mengatakan, perusahaan memiliki hak untuk menggunakan jalan tersebut karena dibangun oleh pemerintah. Namun, perusahaan juga perlu melakukan pendekatan kepada masyarakat agar aktivitas pertambangan tidak mengganggu anak sekolah.

Di sisi lain, pihaknya meminta warga untuk mengomunikasikan ulang dengan perusahaan agar tidak mengoperasikan armada di jam anak sekolah selama tidak merugikan perusahaan. (Ulil)

Comments are closed.