Siswa dan Guru MA Miftahul Ulum Raih Prestasi Tingkat Nasional

Karya ilmiah yang dibuat dua siswi kelas 2 Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum – Suren, bernama Siti Fatimah dan Wasilah, meraih juara satu tingkat nasional lomba karya tulis ilmiah yang digelar Direktorat Jendral Pendidikan Kementerian Agama RI.

Mereka menemukan cara efektif mengidentifikasi kadar boraks dalam makanan menggunakan kertas indikator ekstrack kunyit.

Menurut Siti Fatimah, ide karya ilmiyah membuat kertas indikator ekstrack kunyit itu dipicu karena keprihatinannya melihat makanan yang mengandung pengawet dan pengenyal berbahaya, boraks, dijual disekitar sekolah.

Dia kemudian melakukan studi leteratur, ternyata kunyit mengandung senyawa kurkumen zat yg bisa mengidentifikasi boraks. Selanjut dia ujicoba empat sampel makanan yg biasa dijual di sekitar sekolah menggunakan kertas saring yang dilapisi ekstack kunyit. Ternyata tiga dari empat sampel makanan itu positif mengandung boraks.

Indikasi adanya kandung boraks ini diketahui setelah kertas saring ekstract kunyit, yang awalnya warna kuning, menjadi berwarna merah. Hasil percobaannya ini kemudian disusun menjadi karya ilmiyah berjudul ”Kertas Indikator Ekstract Kunyit Untuk Mengidentifikasi Boraks Dalam Jajanan Sekolah”. Karya ilmiah ini kemudian dipresentasikan dalam lomba karya ilmiyah tingkat nasional di Bandung dan meraih juara pertama.

Menurut Kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum-Suren, Mohammad Ilham, selain prestasi yang ditorehkan kedua siswanya menjadi juara satu lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional, prestasi juga diraih salah seorang guru bernama Mamik Islami Hidayati.

Guru Fisika itu meraih juara tiga nasional bidang Pembelajaran Inovatif yang digelar Direktorat Jendral Pendidikan Kementerian Agama RI. Prestasi gemilang yang ditorehkan pada saat bersamaan ini sangat membanggakan. (Hafit)

Comments are closed.