Warga Miskin Yang Sakit Jadi Penyumbang PAD Terbesar

Dari sekitar 200 milyar PAD, 92,7 milyar rupiah berasal dari tiga rumah sakit milik Pemkab dan Dinas Kesehatan Jember.

Menurut Ketua Komisi C DPRD Jember, Muhammad Asir, pendapatan Rumah Sakit Subandi mengalamai over target, dari 70 miliyar rupiah menjadi 70,8 milyar rupiah. PAD dari Rumah Sakit Balung sekitar 12,3 milyar rupiah, dan RSD Kalisat sekitar 5,6 milyar rupiah. Sementara PAD 49 Puskesmas yang dikelola Dinas Kesehatan sekitar 4 milyar rupiah.

Pemasukan terbesar di Rumah Sakit Dokter Subandi justru berasal dari warga miskin. Pengguna kartu Jamkesmas sekitar 15,9 milyar rupiah dan Jamkesda 2,4 milyar rupiah. Sementara untuk RSD Balung 7,6 milyar dari 12 milyar rupiah berasal dari warga miskin pengguna Jamkesmas.

Ia menjelaskan sumbangan PAD dari rumah sakit milik pemerinta dan Dinas Kesehatan tertinggi dibandingkan setoran PAD dari sektor lain.
 
Sementara Direktur Rumah Sakit Subandi, Dokter Yuni Ermita, menjelaskan jumlah kunjungan pasien pada tahun 2011 mencapai 60900 orang. Pasien Askes 61000 orang, dan pasien Jamkesmas sekitar 30.000 orang. (Hafit)

Comments are closed.