Supratikno menyatakan karena bangunan median jalan itu, Jalan Hayam Wuruk sekitar Pertokoan Roxy itu menjadi sempit dan rawan kecelakaan lalu lintas. Karena ada tong di tengah jalan dan di depannya ada mobil angkot yang melintas, ia nekad banting setir ke kanan sehingga menabrak bangunan median jalan itu.
Menurut warga setempat, Slamet, kecelakaan lalu lintas sejak adanya bangunan median jalan hampir setiap hari terjadi. Sehari sebelumnya sebuah mobil box juga kecelakaan di tempat yang sama. Sementara itu, Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa Satlantas Polres Jember, Iptu Subagyo membenarkan penyebab kecelakaan yang menimpa mantan pejabat itu karena adanya bangunan median jalan tersebut.
Median jalan seharusnya tidak dibangun dahulu sebelum pelebaran Jalan Hayam Wuruk selesai. Sehingga jalan tidak sempit dan rawan kecelakaan lalu lintas. (Fathul)
