Hal itu disampaikan Kepala Humas Dinas Kesehatan Jember Yumarlis saat Dialog Bersama Rakyat (Dobrak) Prosalina FM Sabtu pagi. Menurut Yumarlis, dengan rutin berobat daya tahan tubuh mereka bisa terus terjaga sehingga mereka punya harapan hidup hingga 15 tahun.
Salah seroang pengidap HIV-AIDS, Edy, warga jalan Gajahmada Kaliwates mengakui sejak mengetahui dirinya positif terjangkit HIV-AIDS 7 tahun silam, ia rutin kontrol dan minum obat ARV yang didapat gratis dari klinik VCT Rumah Sakit dr. Soebandi. Hingga kini Edy belum pernah sakit.
Edy yang memiliki satu anak laki-laki berusia 2,5 tahun itu tertular HIV-AIDS dari istrinya. Saat itu istrinya yang sedang hamil 7 bulan sering mengeluh sakit. Setelah diperiksakan, ternyata istrinya positif ODHA atau orang dengan HIV-AIDS. Istri Edy akhirnya meninggal sebulan lalu.
Meski demikian, Edy dan istrinya menganggap HIV-AIDS sebagai penyakit biasa yang bisa menyerang siapapun. Mereka juga tidak pernah dikucilkan oleh keluarga maupun tetangganya.
Relawan pendamping ODHA Wiwik Maimunah mengatakan, karena berbagai alasan sering sekali ODHA memutuskan berhenti berobat. (Ely)
