Pantauan Prosalina FM, saat rombongan pengunjukrasa berada di atas truk, seorang polisi berpakaian preman naik ke atas truk melakukan sweeping pentungan, batu, dan senjata tajam yang dibawa pengunjukrasa.
Baku hantam dan bentrok dengan polisi terjadi saat polisi meminta paksa pengunjukrasa turun dari atas truk. Akibatnya, sekitar 20 orang pengunjukrasa diamankan di Mapolres Jember untuk diberikan pembinaan. Mereka akhirnya dibebaskan dan bergabung bersama pengunjukrasa lain.
Kapolres Jember, AKBP Awang Joko Rumitro menyatakan, apa yang dilakukan polisi kepada para pengunjukrasa itu sudah benar dan sesuai prosedur. Sweeping sengaja dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat aksi unjukrasa.
Di hadapan pengunjukrasa, Awang menjelaskan aksi unjukrasa warga Desa Mandiku dilakukan spontan tanpa proses izin sebagaimana mestinya. (Fathul)
