Dalam orasinya, mereka menyesalkan berbagai penanganan kasus yang melibatkan masyarakat sering disertai dengan kekerasan tersebut. Mereka mencontohkan, ketika polisi menghadapi aksi unjukrasa yang dilakukan sekelompok warga pejuang tanah Mandiku yang dipukul oleh polisi sesaat sebelum unjukrasa digelar.
Koordinator aksi damai GMNI Jember Laksono Kunto menyatakan bahwa penanganan kasus dengan kekerasan justru tidak menyelesaikan masalah rakyat. Hal itu justru memperkeruh masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Pantauan Prosalina FM, dalam aksi damai GMNI memperingati hari sumpah pemuda itu, para aktivis juga menggalang tanda tangan untuk kebaikan dan kemajuan Jember.
Setelah meminta tanda tangan Wakil Ketua DPRD Jember Lukman Winarno, Asisten bidang Tata Pemerintahan Pemkab Sigit Akbari, mereka juga meminta tanda tangan Wakil Kapolres Jember Kompol Cecep Susatya. (Fathul)
