Menurut petani warga Desa Sidomukti Mayang, Fauzi, harga jual tomat sayur di kalangan petani hanya Rp. 500 per kilogram. Padahal, harga sebelumnya sudah lumayan bagus Rp. 7.000 per kilogram. Namun saat panen raya tiba-tiba harganya turun drastis.
Jika tetap dibiarkan, ia akan terus merugi karena harga jual dan ongkos petik tidak sebanding, sehingga ia memilih langsung membabat tanaman tomat miliknya dan mengganti dengan tanaman yang lebih produktif.
Hal senada dipaparkan petani tomat di Desa Sumber Kejayan Kecamatan Mayang, Nyonya Suparto. Nyonya Suparto enggan memanen tanaman tomat miliknya karena ongkos petik dan harga jual yang tidak sebanding. Akhirnya ia memilih membiarkan tanaman tomat miliknya membusuk di pohon. Dia berharap Pemkab Jember melakukan stabilisasi harga sehingga petani tidak selalu merugi.
Sementara konsumen tomat sayur, Ibu Nyoto mengaku membeli tomat sayur seharga Rp. 1.000 per kilogramnya di pasar Wirolegi Sumbersari. Harga tersebut lebih murah bila dibanding seminggu sebelumnya yang mencapai Rp. 8.000 per kilogramnya. Ia membeli tomat sayur itu untuk kebutuhan warung nasinya di kantin DPRD Jember. (Hafit)
