Anggota DPRD Jember Boikot Pengesahan RAPBD 2014

Pantauan Prosalina FM, aksi boikot Ketua Komisi D DPRD Jember ini dilakukan mulai awal rapat paripurna pandangan akhir fraksi – fraksi.

Menurut Ayub Junaidi, selama dia mengikuti rapat badan anggaran mulai Sabtu (16/11) kemarin,  dia menolak sejumlah usulan anggaran yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Jember.

Ayub mencontohkan, alokasi anggaran pengadaan lampu taman hias sebesar Rp. 4,9 milyar lebih, kegiatan Adventure Trail Rp. 600 juta, Aero Modeling Rp. 550 juta, dan pembangunan monumen Gumuk Kerang sebesar Rp. 2 milyar. Usulan anggaran itu ternyata disepakati oleh badan anggaran dan tim anggaran Pemkab Jember. Padahal, usulan anggaran itu tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ayub mengaku keberatan dengan keempat usulan  anggaran tersebut, karena di sisi lain alokasi anggaran untuk  pengentasan kemiskinan hanya Rp. 1 milyar. Jika alokasi anggaran itu diproyeksikan untuk program pengentasan kemiskinan, dari Rp. 200 ribu PMKS di Jember lebih bermanfaat. Belum lagi, minimnya alokasi untuk Kelompok Usaha Bersama (Kube), dan beberapa kebutuhan anggaran pengembangan potensi pemuda juga sangat minim. Ayub berharap ada pemangkasan anggaran yang dialihkan untuk kebutuhan masyarakat.

Sementara Bupati jember MZA Djalal kepada Prosalina FM menegaskan, Pemkab Jember sangat berterimakasih kepada anggota dewan yang memberikan kritik terkait  penganggaran yang sudah disepakati.

Eksekutif, kata Djalal, sudah memproses penganggaran dengan baik berdasarkan masukan dari masyarakat dan anggota dewan. Apalagi, program yang dicanangkan Pemkab Jember pada tahun 2014 merupakan program berkelanjutan dan bermanfaat untuk masyarakat Jember. Salah satu contoh, momumen Gumuk Kerang sebagai tujuan wisata baru. (Ulung)

Comments are closed.