Pendaftar JMF yang digelar di Gedung Serba Guna (GOR) Kaliwates Jember Rabu pagi hanya diikuti sekitar 800 orang calon tenaga kerja. Padahal, peluang atau formasi lowongan kerja yang tersedia sebanyak 1.360 orang dengan 33 perusahaan.
Menurut Kepala Seksi Penempatan dan Pengawasan Kerja Disnakertrans Jember, Sugeng Heri Mulyono, meski pendaftar belum memenuhi target, pihak Disnakertrans Jember tidak akan memperpanjang kegiatan tersebut. Sebab penambahan hari membawa konsekuensi penambahan anggaran.
Sugeng Heri menduga rendahnya kehadiran pencari kerja karena tingkat pengangguran di Kabupaten Jember sudah turun. Sebab banyak tenaga kerja yang sudah terserap di perusahaan rokok di Garahan Silo.
Sementara salah satu perwakilan perusahan rokok di Jember, Muhaimin Syamsudin menjelaskan, perusahaannya membutuhkan 20 orang karyawan untuk tenaga pemasar dengan daerah kerja Denpasar Bali.
Menurut Muhaimin, rata-rata pencari kerja masih takut jika ditempatkan jauh dari rumah. Padahal, gaji yang dijanjikan cukup tinggi karena selain gaji sesuai UMK Bali, juga ada tunjangan uang makan dan bensin. (Hafit)
