Menurut saksi mata, warga Mumbulsari, Romadhoni, kasus penganiayaan ini dipicu oleh kecurigaan warga kalau HL berbohong dengan mengaku telah menunaikan ibadah haji. Bahkan warga sempat mengadakan selamatan untuk mengantarkan dan menyambut kedatangan HL.
Setelah melakukan pengecekan ke Kantor Kementrian Agama dan KBIH yang menjadi kelompok hajinya, warga mengetahui ternyata pengakuan HL tidak benar. Untuk mengecek kebenaran pengakuan HL, warga kemudian menghubungi sejumlah media untuk meminta keterangan HL secara langsung.
Warga sekitar mengaku malu dan resah karena ada warganya yang mengaku menuaikan ibadah haji, namun kenyataannya dia tidak pernah berhaji. Karena tidak terima saat akan dikonfirmasi sejumlah wartawan HL kemudian mengejar wartawan dengan membawa sebilah parang.
Wartawan Indosiar yang ikut meliput, Tomy Iskandar mengatakan, seluruh wartawan yang datang ke rumah HL dikejar-kejar sambil membawa sebilah parang. Bahkan salah wartawan ada yang terjatuh dan diamankan warga agar tidak dilukai oelah terduga haji palsu itu. Korban Edi Winarko yang tidak sempat menyelamatkan diri akhirnya terluka di kakinya.
Sementara itu, Kapolsek Mumbulsari AKP Mohammad Zuhri menegaskan, setelah mendapatkan infromasi dari warga, polisi langsung menyisir lokasi dan mengamankan HL yang tengah kalap. Saat ini HL sudah diserahkan ke Mapolres Jember untuk menjalani proses hukum. (Ulung)
