Dibandingkan bulan-bulan lainnya, jumlah pasangan yang menikah pada bulan Oktober naik hingga 300 persen, atau sekitar 4.300 pasangan. Sedangkan bulan paling sepi pasangan menikah tahun ini, terjadi pada bulan September atau bertepatan dengan bulan Dzul Qo’dah dalam kalender tahun Hijriyah. Banyak warga yang menghindar menikah pada bulan ini karena diyakini menimbulkan ketidakbaikan.
Menurut Kepala Seksi Pembinaan Islam Kemenag Jember, Abdullah, jika diambil rata-rata angka perkawinan di Kabupaten Jember antara 1.000 hingga 2.000 pasangan per bulan. Sebab, angka perkawinan hingga bulan November tahun 2013 ini, sekitar 21 ribu pasangan.
Banyaknya perkawinan pada bulan Oktober, terkait keyakinan masyarakat bahwa pada bulan tersebut mengandung banyak kebaikan.
Abdullah menambahkan, untuk mengurangi angka perceraian, ia meminta KUA setempat sering melakukan pembinaan terutama bagi pasangan yang sedang bermasalah. Sebab, banyak faktor yang melatar belakanginya seperti faktor ekonomi, pihak ketiga, bahkan persoalan yang sangat remeh. (Hafit)
