Kepala Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis menyatakan, dinasnya kini sedang menggencarkan program pemberdayaan sanitasi berbasis masyarakat. Hal itu karena Kabupaten Jember menempati peringkat 9 dari bawah di Jawa Timur, dalam urusan banyaknya warga yang belum menggunakan jamban.
Yumarlis menjelaskan, kebiasaan MCK di sungai, menjadi penyebab pencemaran lingkungan, berkumpulnya mata rantai sumber penyakit seperti demam berdarah, hepatitis, typhus, diare, dan beberapa penyakit menularĀ lainnya.
Dinas kesehatan, kata Yumarlis, menggencarakan sanitasi berbasis masyarakat dengan melakukan pembinaan langsung, karena program pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) ternyata tidak efektif untuk mengubah perilaku masyarakat Jember. (Ulung)
