Menurut Kepala Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis, korban banjir yang berobat tercatat 104 kasus, selanjutnya turun menjadi 82 kasus, dan terakhir 61 kasus. Rata-rata mereka terserang gatal-gatal, diare, pusing, dan beberapa penyakit lain.
Kepala Bagian Kedaruratan BPBD Jember, Heru Widagdo menjelaskan, bahwa saat ini kawasan banjir sudah kering. Mereka sudah pulang ke rumah masing-masing mulai Jumat (27/12) kemarin.
Sejak awal terjadi bencana, petugas medis ditempatkan pada 4 titik posko milik BPBD Jember, untuk melayani korban banjir yang terserang penyakit.
Heru menjelaskan, mulai sore ini petugas posko dari BPBD Jember, ditarik pulang. Heru menambahkan, meski kawasan rumah yang terancam banjir sudah kering, warga harus tetap waspada. Sebab, prakiraan cuaca, curah hujan tinggi hingga awal tahun depan. (Hafit)
