Berdasarkan data UPTD Pertanian wilayah 8 Gumukmas, tercatat kerugian hampir mencapai Rp. 3 milyar akibat musibah akhir tahun tersebut.
Pantauan Prosalina FM, lahan pertanian di Desa Kraton, Paseban, Cakru Kecamatan Kencong, dan Desa Kepanjen Gumukmas, masih terendam banjir. Banjir susulan pada malam tahun baru 2014 ini menyebabkan petani gagal panen.
Kepala UPTD Pertanian wilayah 8 Gumukmas, Sunarto kepada Prosalina FM menjelaskan, lahan pertanian itu meliputi tanaman padi, jeruk, cabe dan tambak ikan.
Dari total lahan teknis maupun non teknis seluas 782 hektar, 521 hektar diantaranya sudah dipastikan gagal panen, karena rusak terendam banjir. Jumlah kerugian tertinggi, menimpa tanaman padi dengan luas 526 hektar. Baik tanaman padi yang masih uritan, umur 7 hari maupun tanaman padi siap panen. Beberapa diantaranya menurut Sunarto, berhasil diselamatkan oleh petani dengan cara dipanen lebih cepat.
Sementara Pantauan Prosalina, akibat banjir susulan pada malam tahun baru, titik tangkis yang jebol bertambah, dari 50 meter menjadi 54 meter lebih. Tumpukan tanah dalam sak yang digunakan untuk menutup bantaran maupun tangkis yang jebol, hanyut terbawa arus saat banjir susulan tersebut. (Fathul)
