Menurut petugas perlintasan kereta api Arjasa, Suto kecelakaan kereta api tersebut terjadi sekitarĀ jam satu dini hari. Suyono mengendarai mobil box dari arah Rembangan melewati perlintasan kereta api Arjasa. Namun, persis di perlintasan tiba-tiba mobilnya mogok, bahkan pintu mobilnya tidak berfungsi. Suyono, baru bisa keluar dari mobil setelah melewati jendela kaca mobil. Dia kemudian terus mendorong mobilnya. Karena kereta api dari arah Banyuwangi terus mendekat, namun mobilnya tidak bisa terdorong seperti terkunci di atas perlintasan, sehingga Suyono memilih menyalamatkan diri.
Suto menambahkan, dalam 5 tahun terakhir, sudah terjadi dua kali kecelakaan kereta api di lokasi yang sama. Pertama tahun 2010, sebuah mobil menerobos palang pintu perlintasan.
Menurut Kepala Humas PT Kereta Api Daops 9 Jember, Suprapto, kecelakaan yang terjadi Sabtu dini hari bukan karena kelalaian, tapi karena mobil yang dikendarai Suyono mogok. Tidak ada korban jiwa dan luka dalam kejadian tersebut. Menurut Suprapto, perlintasan kereta api tersebut adalah perlintasan resmi yang dijaga secara swadaya. (Hafit)
